IDENTIFIKASI PROFIL KONSUMSI ENERGI LISTRIK UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN DENGAN KLUSTERING
IDENTIFIKASI
PROFIL KONSUMSI ENERGI LISTRIK UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN DENGAN KLUSTERING
Latar Belakang
Sejalan dengan
surplusnya energi listrik, kantor pusat memberikan program program peningkataan
penjualan kepada unit-unit layanan pelanggan untuk dijalankan, Program tersebut
belum memberikan hasil yang baik untuk Key performance indicator penjualan tenaga
listrik, karna bahwasannya program tersebut diberikan secara umum untuk seluruh
unit layanan pelanggan tanpa memperhatikan kondisi pasar dan karakter pelanggan
yang di miliki unit layanan, Profil konsumsi energi listrik sangat penting
untuk mendukung pengembangan strategi pemasaran yang dipersonalisasi agar tepat
sasaran, Identifikasi profil konsumsi listrik dapat menunjukkan karakteristik
pemakaian energi listrik tiap pelanggan, Pada penelitian ini clustering
dilakukan permodelan melalui pengolahan data profil konsumsi listrik
ditunjukkan dengan variable daya, pemakaian energi, penambahan pelanggan
bulanan dari tahun 2019-2021.
Metode Penelitian
Penelitian ini
menggunakan CRISP-DM, model proses CRISP-DM memberikan gambaran tentang siklus
hidup proyek data mining. CRISP-DM memiliki 6 tahapan yaitu Pemahaman terhadap
bisnis yang dihadapi, Penjelasan sumber data, Data Preparation, Modeling,
Evaluation, dan Deployment [18]. Penelitian akan menggunakan Knime Analitical
Tools pemodelan machine learning. Model uji pada penelitian ini menggunakan
k-means clustering, yang bertujuan untuk membentuk kelompok data konsumsi
tenaga listrik dengan data set ditunjukkan pada Tabel III. K-means algorithm
mampu menangani data konsumsi pelanggan listrik dengan mendapatkan kesamaan
karakteristik pelanggan yang kemudian memberikan informasi pada perusahaan
terkait perencanaan strategis perushaan berdasarkan hasil clustering
Hasil
Jurnal ini
merupakan sebuah penelitian yang menggunakan simulasi model clustering dengan tujuan mengidentifikasi dan menganalisis pengelompokkan
pelanggan dalam penjualan tenaga listrik. Penelitian ini menggunakan data
penjualan tenaga listrik yang terdiri dari laporan bulanan selama 3 tahun.
Hasil analisis menunjukkan bahwa
terdapat 13.510 pelanggan listrik dengan sebaran daya terpasang 450 VA, 900 VA,
1300 VA, 2200 VA, dan 3500 VA. Populasi terbesar pelanggan terjadi pada daya
terpasang 450 VA sebanyak 42% dari total pelanggan. Analisis penjualan energi
listrik menunjukkan bahwa penjualan tertinggi terjadi pada pelanggan daya 900
VA pada tahun 2020.
Metode Elbow digunakan untuk
menentukan nilai k dalam clustering. Berdasarkan analisis, nilai k yang dipilih
adalah 3. Hasil clustering menghasilkan empat kelompok pelanggan. Cluster 1
memiliki populasi pelanggan terbanyak (6.047 pelanggan) dengan kontribusi kwh
jual dan jam nyala pakai tinggi namun kontribusi rupiah pendapatan rendah.
Cluster 2 memiliki populasi pelanggan yang sedikit (2.545 pelanggan) namun
memberikan kontribusi rupiah pendapatan yang lebih tinggi. Cluster 3 memiliki
populasi pelanggan yang berada di antara Cluster 1 dan Cluster 2 dengan
kontribusi paling besar dalam rupiah pendapatan.
Hasil analisis ini memiliki
implikasi bisnis sebagai berikut:
- Perusahaan perlu menerapkan strategi pemasaran
dan pengawasan untuk menjaga revenue dan meningkatkan pendapatan
berdasarkan hasil clustering. Produktivitas pelanggan tertinggi terdapat
pada Cluster 3.
- Pada Cluster 1, perlu dilakukan pemeriksaan
penggunaan energi listrik dan pengecekan keseuaian penggunaan tarif untuk
memastikan tidak ada anomali.
- Pada Cluster 2, dapat dilakukan sosialisasi
mengenai kenyamanan penggunaan peralatan listrik saat ini dan menawarkan
promo bundling tambah daya peralatan elektronik untuk meningkatkan
pemakaian energi listrik.
- Pada Cluster 3, diberikan layanan-layanan
ekstra untuk membangun customer relationship, seperti kunjungan khusus dan
informasi terkait peralatan listrik terbaru.
Dalam menjaga loyalitas
pelanggan Cluster 3, perlu diberikan informasi tagihan listrik agar revenue
yang didapatkan tidak menjadi piutang.
Kesimpulan
Hasil analisis ini memiliki
implikasi bisnis sebagai berikut:
- Perusahaan perlu menerapkan strategi pemasaran
dan pengawasan untuk menjaga revenue dan meningkatkan pendapatan
berdasarkan hasil clustering. Produktivitas pelanggan tertinggi terdapat
pada Cluster 3.
- Pada Cluster 1, perlu dilakukan pemeriksaan
penggunaan energi listrik dan pengecekan keseuaian penggunaan tarif untuk
memastikan tidak ada anomali.
- Pada Cluster 2, dapat dilakukan sosialisasi
mengenai kenyamanan penggunaan peralatan listrik saat ini dan menawarkan
promo bundling tambah daya peralatan elektronik untuk meningkatkan
pemakaian energi listrik.
- Pada Cluster 3, diberikan layanan-layanan
ekstra untuk membangun customer relationship, seperti kunjungan khusus dan
informasi terkait peralatan listrik terbaru.
Dalam menjaga loyalitas
pelanggan Cluster 3, perlu diberikan informasi tagihan listrik agar revenue
yang didapatkan tidak menjadi piutang.
Komentar
Posting Komentar